Iklan Billboard 970x250

pengertian malaikat sifat sifat dan tugasnya adalah, beserta dalil al quran tentang malaikat

Iklan 728x90

pengertian malaikat sifat sifat dan tugasnya adalah, beserta dalil al quran tentang malaikat

Kompaqq.org - Alhamdulillah di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengertian malaikat adalah, tak hanya itu saya di sini juga membahas sifat sifat malaikat dan tugasnya, tak lupa pula untuk menjawab pertanyaan dari pengertian malaikat adalah saya sertakan dalil al quran tentang malaikat. Agar mudah kita mentadabburi ciptaan Allah, dan menambah iman dan taqwa kita kepada allah. Artikel ini yang membahas pengertian malaikat adalah juga bisa untuk rujukan makalah pengertian iman kepada malaikat, karena dalam penulisanya juga terdapat footnote dan referensi yang merujuk kepada buku-buku.

pengertian malaikat sifat sifat dan tugasnya adalah, beserta dalil al quran tentang malaikat

Pengertian malaikat dan tugasnya

pengertian malaikat secara istilah dalam Al-Qur’an banyak ditemukan dengan menggunakan istilah yang berbeda-beda. Al-Qur’an sering menggunakan istilah malak. Mulakan, malaikat, dan malaikain. Penyebutan tersebut diulang sebanyak 88 kali dalam ayat yang berbeda. Kata malaikat adalah bentuk jamak dari kata malak yang berarti menguasai. Hal ini memberikan pengertian malaikat secara umum adalah makhluk yang mempunyai tugas untuk menguasai alam dalam arti fisik. Sebagian ulama berpendapat bahwa kata malak adalah derivasi dari kata alaka atau ma’lakah yang artinya “mengutus” atau “perutusan/risalah”. Pengertian ini menunjukan bahwa tugas rohani malaikat adalah sebagai perantara (perutusan) antara Allah dan manusia. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa kata malak adalah kata yang terbentuk dari akar kata la a ka yang berarti menyampaikan sesuatu dari Allah SWT kepada makhluk.[1]

Pengertian malaikat dalam islam

Pengertian malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya yang diberi bentuk oleh Allah dengan beraneka macam bentuk dan memiliki sayap. Dari masing-masing malaikat ada yang memiliki dua, tiga dan empat hingga tak terhitung jumlahnya dan ia diciptakan sebagai utusan dan perantara Allah kepada makhluknya. Pemahaman seperti ini dapat dilihat dari :

Q.S Fathir (35) : 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Terjemah

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Banyak ulama berpendapat bahwa pengertian malaikat secara istilah adalah makhluk halus yang diciptakan Allah dari cahaya yang mempunyai kekuatan untuk mengubah dirinya menjadi makhluk lain, yang taat mematuhi perintah Allah dan tidak pernah membantah atas apa yang telah Allah perintahkan. Muhammad Sayyid Tanthawi mantan mufti mesir, yang dikutip oleh Quraish Shihab mengatakan bahwa “malaikat adalah tentara tuhan”. Tuhan menganugrahkan kepada mereka akal dan pemahaman, menciptakan bagi mereka naluri yang taat, serta memberi mereka kemampuan untuk berbentuk dengan berbagai bentuk yang indah dan kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan yang berat. [2]

Menurut Thaba’thaba’I dalam kitab tafsirnya menjelaskan pengertian malaikat secara etimologi yaitu kata malaikat adalah bentuk jamak dari kata malak dengan memberi tanda baca fathah pada huruf lamnya yang berbunyi malak. Malaikat adalah makhluk maujud dari beberapa makhluk Allah yang diciptakan sebagai perantara antara Allah dan alam yang tampak. Setiap malaikat memiliki tugas baik, yang berkaitan atau berhubungan dengan alam maupun berhubungan dengan masalah syariat hukum-hukum agama (pewahyuan kepada manusia pilihan). Mereka hamba-hamba Allah yang dimuliakan sedangkan mereka tidak pernah berbuat maksuat dengan urusan-urusanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan atasnya.

Q.S At-Tahrim(66): 6

يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

sifat sifat malaikat dan tugasnya

a. Malaikat Diciptakan dari cahaya

Sifat Malaikat yang pertama diantaranya adalah Malaikat diciptakan dari cahaya. Berbicara mengenai malaikat, tidak diterangkan secara jelas bagaimana proses penciptaan malaikat itu terjadi. Tetapi dalam hadis nabi diceritakan bahwa malaikat diciptakan dari cahaya. Hadis ini adalah hadis ahad yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Siti Aisyah ra dari Rasulullah SAW :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ (رواه مسلم)

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi' berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian."[3]

Sebagian ulama berpendapat bahwa hadis di atas adalah hadis ahad, yang tidak bisa dijadikan pedoman dalam menentukan masalah aqidah atau hal-hal yang bersifat ghaib, oleh karena itu permasalahan bagaimana dan dari jenis cahaya apa malaikat diciptakan, bukan urusan akal hanya Allah saja yang tau.

b. Malaikat Diciptakan Oleh Allah lebih Dahulu dari pada Manusia

Kita bisa mengetahui bahwa sifat-sifat malaikat adalah diciptakan terlebih dahulu sebelum Allah menciptakan manusia.

Sebagaimana dalam surat Al-Baqarah(2): 30.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ – ٣٠

Artinya

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ayat di atas mengilustrasikan dialog antara tuhan dan malaikat ketika tuhan hendak menjadikan khalifah dari jenis manusia dimana khalifah yang akan diciptakan Allah ini adalah makhluk yang akan membuat kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah dalam perselisihan. Ini menunjukan bahwa penciptaan malaikat lebih dahulu dari manusia.

c. Malaikat Tidak Berjenis Kelamin

Malaikat memiliki sifat tidak berjenis kelamin. sifat sifat malaikat kecuali memiliki jenis kelamin dalam Al-Qur’an menggambarkan bagaimana kondisi fisik para malaikat dengan makhluk yang tidak diberi satu kejelasan jenis mereka. Apakah malaikat makhluk berjenis pria ataukah wanita. Tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang dimuliakan. Mereka bukan para anak perempuan Allah seperti dugaan orang kafir mekkah yang mengatakan akan datang dalam bentuk yang menawan ketika datang menemui utusan-utusan Allah.

Sebagaimana dalam ayat Q.S As-Shaffat(37): 149-152

فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ – ١٤٩ اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شَاهِدُوْنَ – ١٥٠
اَلَا اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ - ١٥١ وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ – ١٥٢
Artinya

Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”(149) atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?(150) Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,(151) ”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,(152).

Hamka dalam tafsirnya Al-Azhar mengatakan bahwa kalangan musyrikin quraisy arab adalah pembohong besar, karena mereka mengatakan bahwa malaikat adalah anak-anak Allah yang perempuan, apakah anak Allah tidak ada yang laki-laki? Semua hanyalah bohong belaka.[4]

Ayat ini ditutup dengan satu ancaman kepada orang musyrikin bahwa apa yang mereka katakan mengenai malaikat, semua itu akan dicatat dan dimintai pertanggung jawaban mereka di akhirat kelak.

Secara eksplisit dijelaskan pada redaksi ayat di atas,  bahwa Allah tidak menganugrahkan kepada malaikat jenis kelamin. Dengan demikian malaikat bukan sosok pria bukan pula sosok wanita. [5]

Dalam satu peristiwa malaikat bisa saja menampakkan wujudnya dengan sosok pria tampan, misalnya ketika jibril menemui Rasulullah SAW atau mungkin sebaliknya malaikat berwujud seperti sosok yang menyeramkan, akan tetapi itu bagian dari kemampuan malaikat untuk mengubah wujudnya. Maka tidak bisa dikatan malaikat adalah utusan allah yang berupa pria tampan atau sebaliknya sebagaimana dugaan orang kafir di atas. Dalam ayat lain Allah mengatakan bahwasanya yang menamakan para malaikat dengan nama perempuan adalah orang yang tidak beriman dengan kehidupan akhirat. Sebagaimana yang terdapat dalam

Surah An-Najm(62): 27

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى – ٢٧
Artinya
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.”

.D. Malaikat Memiliki Sayap

Sifat malaikat diantaranya adalah memiliki sayap, malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya yang diberi bentuk oleh Allah dengan beraneka macam bentuk dan memiliki sayap. Dari masing-masing malaikat ada yang memiliki dua, tiga dan empat hingga tak terhitung jumlahnya dan ia diciptakan sebagai utusan dan perantara Allah kepada makhluknya. Pemahaman seperti ini dapat dilihat dari permulaan Q.S Al-Fathir (35): 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ - ١
Terjemahan

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Banyak ulama berbeda pendapat dalam hal penafsiran sayap di sini. Ada yang mengatakan bahwa sayap di sini adalah simbol kekuatan malaikat, ada juga yang berpendapat secara tekstual bahwa sayap di sini diartikan dengan sayap-sayap malaikat yang tidak sama dengan sayap-sayap burung.

Menurut Thabathaba’I dalam penjelasanya mengatakan bahwa “ajnihah” (sayap-sayap) adalah bentuk jamak dari “janahun” (sayap tidak seperti sayap burung, ia menempati tempatnya tangan jika pada manusia dan dengan sayap tersebut sebagai sarana untuk berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lainya. Redaksi di atas secara umum tidak dapat diartikan sebagai pengertian sayap yang ada pada burung sebagaimana redaksi ayat berikutnya yang berbunyi:

(sebagian mereka ada yang memiliki dua,tiga dan empat sayap) artinya sayap tidak pula diartikan sebagai sayap yang menempati posisi tangan pada manusia. Akan tetapi di sini pengertian sayap harus diartikan fungsional, sebagai kekuatan untuk terbang dari langit menuju bumi, dan dari bumi menuju langit serta untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan membawa urusan-urusan Allah kepada makhluk. [6]

E. Malaikat Selalu Beribadah Kepada Allah

sifat malaikat yang membedakannya dengan manusia adalah malaikat selalu taat pada perintah dan larangan Allah. Pada dasarnya diciptakanya malaikat oleh Allah sama halnya dengan manusia dan jin, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Akan tetapi urgensi tersebut jelas berbeda dengan manusia dan jin. Jika para malaikat beribadah dengan menjalankan perintah tuhan secara terus-menerus dan tidak ada unsure pembangkangan, maka manusia dan jin bisa jadi melakukan kesalahan dalam beribadah. Jika para malaikat adalah para utusan Tuhan, sebenarnya juga manusia sebagai wakil Tuhan yang mengurus bumi yaitu dengan dimuliakanya nama manusia dengan istilah khalifah pada surah al-Baqarah di atas.

Cara malaikat beribadah kepada allah dalam al-Qur’an dijelaskan istilah ibadahnya para malaikat sering menggunakan istilah al-tasbih dan hampir semua istilah tersebut dalam al-Qur’an di posisikan sebagai ibadahnya para malaikat misalnya pada surat Al-Anbiya’(21): 20:

يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ – ٢٠

"Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang."

Dan juga kita bisa lihat pada surat az-Zumar(39): 75

وَتَرَى الْمَلٰۤىِٕكَةَ حَاۤفِّيْنَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيْلَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ – 
٧٥
“Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Terdapat pula pada Q.S Fushillat (41):38

فَاِنِ اسْتَكْبَرُوْا فَالَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُوْنَ لَهٗ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْـَٔمُوْنَ ۩ - ٣٨

“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka tidak pernah jemu.”

Para malaikat bertasbih siang dan malam, ini mengindikasikan bahwa bertasbihnya malaikat merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan dalam melaksanakan perintah allah tanpa adanya sedikt pembangkangan. Namun bertasbih dengan maksud mensucikan Allah dari hal-hal yang lain, ataukah bertasbih dengan bentuk lain yang tidak mungkin sama dengan bertasbihnya manusia. [7]

nama malaikat dan tugasnya

Ada beberapa tugas dan fungsi malaikat allah yang telah diterangkan oleh Al-Qur’an beserta nama nama malaikat dalam bahasa arab.

1. Malaikat Jibril

Malaikat jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan pengetahuan/wahyu kepada para nabi/rasul dan menyampaikan kepada orang-orang mu’min pilihan yang berupa pengetahuan, hidayah dan kabar gembira.(7) Nama malaikat Jibril terkandung dalam al-Qur’an, hal ini sebagaimana dalam Al-qur’an surah al-Baqarah(2): 97

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ – ٩٧

Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”

Redaksi di atas menurut thabathaba’i perlu adanya penjelasan berkaitan dengan adanya peralihan struktur kata yang mengisyaratkan bahwa jibril dalam bahasa arab (جِبْرِيْلَ) adalah salah satu malaikat yang bertugas menyampaikan dan membawa wahyu kepada para nabi dan rasul. Dalam kaitan ini redaksi ayat yang berbunyi فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ dijelaskan oleh thabathaba’I peralihan tersebut adalah peralihan kata ganti mutakallim kepada mukhatab. Sehingga yang terjadi adalah dhahirnya lafadz yang diucapkan kepada hati, padahal sebenarnya bahwa redaksi di atas sebagai kata ganti khatib yang menunjukan kepada al-Qur’an yang turun dengan tidak adanya sebuah keadaan atas diturunkanya al-Qur’an kepada jibril ketika sebelum disampaikan kepada nabi Muhammad. Sebab jibril dalam posisi ini sebagai alat yang menyampaikan. Dengan demikian yang terjadi bukan anggapan bahwa al-Qur’an berasal dari jibril, akan tetapi anggapan yang ada bahwa al-Qur’an berasal dari Allah yang diturunkan malaikat jibril kepada Rasullah. [8]

2. Malaikat Mikail

Nama malaikat Mikail dalam islam disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak satu kali yaitu bergandengan dengan nama jibril dalam surat al-Baqarah(2) : 98

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِه وَرُسُلِه وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ - ٩٨

“Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.”

Malaikat mikail adalah salah satu malaikat yang bertugas mengatur dan menguasai tetesan air hujan dan sesuatu yang disebabkan dari tetesan air tersebut seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia dan ekosistem lain atau bisa juga disebut malaikat pengatur rizki.

Hal ini memang benar bahwa dari air tersebut muncul sebuah kehidupan dan dari kehidupan tersebut malaikat mikail lah bertugas sebagai malaikat yang mengatur rizkinya.

3. Malaikat Maut (Izra’il)

Nama Malaikat Izrail berbahasa arab disebutkan dalam al-Qu’an pada surat Q.S. Al-An’am: 60-62

وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰى اَجَلٌ مُّسَمًّىۚ ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ٦٠
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِه وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗحَتّٰى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ – ٦١
ثُمَّ رُدُّوْا اِلَى اللّٰهِ مَوْلٰىهُمُ الْحَقِّۗ اَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ اَسْرَعُ الْحَاسِبِيْنَ - ٦٢

Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan(60). Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya(61). Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat(62).

Telah diterangkan bahwa allah mengutus malaikat maut/izrail bertugas datang kepada manusia sedang ia selalu mengikutinya dan ajal manusia dalam tangguhanya, maka ketika datang panggilan Allah untuk menentukan masa tersebut, maka tidak ada waktu sedikitpun untuk menghindar. Menurut Ar-Razi dikatakan bahwa kematian tidak akan berhasil kecuali karena pekerjaan malaikat maut. Kematian yang dialami oleh semua makhluk, pada hakikatnya dapat berlangsung karena kekuasaan Allah semata, lalu dalam realisasinya urusan kematian diberikan kepada malaikat izrail yang bertugas sebagai pelaksana pencabutan nyawa. Ia adalah kepala malaikat dalam urusan tersebut. Artinya bahwa izrail memiliki pembantu dalam pencabutan nyawa. [12]

4. Malaikat Israfil

Banyak yang bertanya malaikat israfil tugasnya apa?, malaikat israfil adalah malaikat yang bertugas meniup sangkakala. Nama malaikat Israfil dalam istilah lain disebut sebagai malaikat yang bertugas meniup sangkakala. Nama malaikat Israfil berbahasa arab dalam  al-Qur’an, kata israfil barangkali suatu istilah yang sulit ditemukan, akan tetapi istilah tersebut mengarah pada suatu malaikat yang bertugas meniup sangkakala di hari kiamat. Oleh karena itu melacaknya harus merujuk kepada tugasnya yaitu peniup sangkakala. [13]

Dalam al-Qur’an disebutkan pada banyak surat yang menerangkan fungsi ini. Al-Qur’an hampir tidak menyebutkan nama israfil secara jelas. Ia disebutkan dengan memakai istilah lain yaitu peniup sangkakala, sedang istilah sangkakala sendiri dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak sebelas kali yaitu pada QS.Thaha(20):102, QS.Az-Zumar(39):68, QS.Al-An’am(6):73, QS. Al-Kahfi(18):99, QS. Al-Mu’minun(23)101, QS. An-Naml(27):87, QS.Qaf(50):20, QS.al-Haqqah(69):13, QS. Al-Mudatsir(74):8, QS. An-Naba’(78):18 dan QS. Abasa(80):33.

Pasti teman-teman menanyakan malaikat israfil meniup sangkakala beberapa kali?, menurut Ar-Razi bahwa kelak malaikat israfil menjelang datangnya hari kiamat akan meniupkan sangkakala sebanyak tiga kali.

Yang pertama tiupan al-faza’ atau tiupan yang mengejutkan sebagaimana dalam surat An-Naml : 87

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗوَكُلٌّ اَتَوْهُ دَاخِرِيْنَ – ٨٧

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

Kedua adalah as-Shaiq (tiupan yang mematikan) adalah malaikat israfil meniup terompetnya yang kedua pada saat di kondisi kematian(alam kubur) setelah ditiupkan sangkakala untuk yang kedua kali, yaitu terdapat dalam surat az-Zumar(39) :68

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ – ٦٨

Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).

Ketiga adalah tiupan yang membangkitkan. Al-Qur’an menyebutkan dalam surat al-Kahfi(18):99

وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ يَّمُوْجُ فِيْ بَعْضٍ وَّنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَجَمَعْنٰهُمْ جَمْعًا ۙ – ٩٩

Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Yakjuj dan Makjuj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya.

5. Malaikat Penjaga

Nama malaikat penjaga manusia adalah al-mu’aqibat. Mereka bertugas menjaga manusia siang dan malam, disaat manusia diam dan bergerak dan disegala kondisi manusia, mereka menjaga manusia dari depan maupun belakang, dari musuh-musuh manusia dari binatang buas, serta dari gangguan jin dan setan. Adanya malaikat penjaga manusia bukan saja diterima dikalangan islam, tetapi semua agama mempercayai adanya malaikat penjaga manusia menurut dalam doktrin Kristen misalnya patung yesus menggendong anak adalah sebagai symbol adanya pemeliharaan Allah terhadap anak-anak kecil yang tidak berdaya. [14] Sebagaimana dalam al-Qur’an surat Ar-Ra’ad: 11

لَه مُعَقِّبٰتٌ مِّنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِه يَحْفَظُوْنَه مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَا اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَه ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِه مِنْ وَّالٍ – ١١

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Mencatat Amal Perbuatan Baik Manusia
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ – ١٠
كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ – ١١

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) [10] . yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu) [11] .

6. Malaikat Raqib dan Atid
Malaikat Raqib dan Atid keduanya adalah Malaikat yang bertugas menjaga manusia dan mencatat segala amal perbuatanya selama hidup di dunia. Catatan malaikat ini merupakan bukti yang otentik bagi setiap orang kelak di akhirat yaitu di pengadilan tuhan yang maha Adil dan Bijaksana, malaikat Raqib bertugas mencatat amal kebaikan sedangkan malaikat atid mencatat amal keburukan. Sebagaimana malaikat-malaikat lain, Raqib dan Atid memiliki pembantu-pembantu malaikat lain, Nama Malaikat Raqib dan Atid terdapat dalam surat Qaf: 18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ – ١٨

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”

Allah menerangkan bahwa tugas yang dibebankan kepada kedua malaikat ini ialah bahwa tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan seseorang tanpa ada di sampingnya seorang malaikat (Raqib dan Atid), yang mengawasi dan selalu hadir untuk-untuk mencatat amal-amalnya yang berpahala dan amal-amalnya yang menyebabkan dosa. Hal ini terkait dengan ayat sebelumnya yang mengatakan bahwa meskipun Allah mengetahui setiap perbuatan seseorang dan lebih dekat dari pada nadi seseorang, tetapi Allah juga mengutus dua malaikat untuk mencatat segala ucapan dan perbuatan hambanya. [15]

7. Malaikat Malik

Banyak temen-temen saya menanyakan, malaikat Malik itu tugasnya apa?. Dalam al-Qur’an menjelaskan malaikat malik adalah bertugas sebagai penjaga neraka. Dalam banyak periwayatan diterangkan bahwa malaikat malik dikenal sangat memiliki banyak pembantu untuk menyiksa orang-orang yang ada di dalamnya. Dalam QS. Az-Zukhruf ayat 77 diterangkan :

وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مَّاكِثُوْنَ – ٧٧

Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

Dalam tafsir al-Mizan, Thabathaba’I memberikan penafsiran bahwa Malik adalah salah satu malaikat pelayan neraka yang selalu menyiksa ahli neraka. Lebih lanjut diterangkan dalam ayat di atas bahwa malik dimintai oleh ahli neraka untuk menyampaikan agar Allah mematikan mereka saja, lalu kemudian malaikat Malik menjawab

فَلْيَدْعُ نَادِيَهۙ – ١٧
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ – ١٨

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya)(17). Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa)(18).

8. Malaikat Ridwan

Dalam banyak referensi dikatakan bahwa ridwan bertugas menjaga pintu surga dan memiliki beberapa pembantu untuk mengurus surga. Penjelasan malaikat ridwan dalam al quran seperti halnya yang ditemukan dalam Q.S Az-Zumar ayat 73:

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰى اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ – ٧٣

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.”

Khazin” adalah nama pelayan/penjaga pintu surga, dalam hal ini “Khazin” mengisyaratkan kepada malaikat penjaga surga yaitu malaikat Ridwan dan para pembantu-pembantunya yang digambarkan oleh Ar-Razi bahwa mereka menyambut ahli surge dalam tiga perkataan yaitu pertama “salamun ‘alaikum” ucapan salam kepada ahli surga. Hal ini disebabkan karena ahli surge pada hari itu semuanya gembira atas keselamatan dari setiap kesukaran. Kedua “thibtun” disebut demikian karena ahli surga semuanya bersih dari kotornya perbuatan maksiat serta suci dari setiap dosa. Ketiga “Fadkhuluha Khalidiní” menunjukan bahwa kondisi dimana ahli surge ketika akan dimasukan ke dalam surge mereka bersih dan suci. [16]

Terima kasih, anda telah membaca artikel yang berjudul pengertian malaikat sifat sifat dan tugasnya adalah, beserta dalil al quran tentang malaikat, nantikan updatean artikel menarik selanjutnya hanya di Kompaqq.org


[1] Faizah Ali Syibromalisi, tafsir Aqidah (Ciputat: UIN Jakatta Press, 2016), h.95
[2] Faizah Ali Syibromalisi, tafsir Aqidah (Ciputat: UIN Jakatta Press, 2016), h.97
[3] Hadis Syarh Shahih Muslim no. 2996
[4] Hamka, Tafsir al-Azhar. (Jakarta: pustaka panji mas). Hal-68-170
[5] Departeman agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya. (semarang, PT. Citra Ethar. 2005), Jilid IX. H.100
[6] Faizah Ali Syibromalisi. Tafsir Aqidah. (Ciputat: UIN Jakarta Press. 2016). H. 106
[7] Faizah Ali Syibromalisi. Tafsir Aqidah. (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2016). H.109
[8] Syaikh Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi, dunia malaikat, terjemahan abu umamah arif hidayatullah, (islam house, 2014), h.7
[9] Faizah Syibromalisi, Tafsir Aqidah,(Ciputat: UIN Jakarta Press. 2016), H.115
[10] Syaikh Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi, dunia malaikat, terjemah abu umamah arif hidayatullah. (islam house, 2014), h.7
[11] Faizah Ali Syibromalisi, Tafsir Aqidah, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2016), h.115
[12] Ibid, h. 117
[13] Faizah Ali Syibromalisi, Tafsir Aqidah, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2016), h.118
[14] M Quraish Shihab, jin, iblis, setan dan malaikat yang tersembungi. (Jakarta: Lentera Hati.2006) h.34-35
[15] Departemen agama RI, al-Qur’an dan Tafsirnya, (semarang. PT, Citra Ethar, 2005), Jilid IX, h.436
[16] Faizah Ali Syibromalisi, Tafsir Aqidah, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2016). H.119
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar

Iklan Tengah Post